PETABALI, Jembrana – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi terdampak di dua titik Kecamatan Mendoyo, yakni Banjar Anyar (Desa Penyaringan) dan Banjar Munduk Anggrek Kaja (Desa Yehembang Kauh), Sabtu (31/10/2026)
Dalam peninjauan yang didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Bupati menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perhubungan (PUPRHub) Jembrana untuk segera melakukan penghitungan teknis dan pengukuran di lokasi terdampak. Perbaikan infrastruktur yang rusak akibat longsor tersebut rencananya akan dialokasikan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan cepat. Perhitungan perbaikan harus segera dirampungkan agar penanganan fisik dapat dianggarkan melalui dana BTT. Saya juga sudah perintahkan Dinas PUPRHub Jembrana melakukan pengecekan teknis serta pengukuran di seluruh lokasi terdampak,” tegasnya.
Selain memastikan langkah teknis penanganan, Bupati Jembrana juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah cuaca ekstrem. “Kami mengimbau warga dan pengguna jalan agar ekstra hati-hati saat melintasi jalur rawan maupun lokasi terdampak longsor demi keselamatan bersama,” imbaunya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Arthana Putra menyampaikan bahwa longsor pertama terjadi di Banjar Yeh Mecebur, Desa Penyaringan, sekitar pukul 20.00 WITA. Hasil asesmen menunjukkan kerusakan pada sisi kiri jalan dengan tinggi sekitar 10 meter dan panjang 20 meter, serta sisi kanan jalan dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang 10 meter.
Sementara itu, longsor di Desa Yehembang Kauh mengakibatkan kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter. Kerusakan cukup signifikan juga terjadi di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin. Longsor yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA tersebut menyebabkan struktur senderan jalan ambrol setinggi 6 meter dan sepanjang 12 meter.
“Kerugian sementara akibat kejadian di Banjar Tibu Sambi diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” jelas Agus.
Berdasarkan pemeriksaan awal, ambrolnya senderan jalan diduga dipicu oleh tingginya debit air yang mengalir melalui gorong-gorong di bawah badan jalan. Selain itu, terdapat indikasi kebocoran saluran gorong-gorong sehingga struktur senderan tidak mampu menahan tekanan air. (Red)
Longsor Terjang Kecamatan Mendoyo, Bupati Jembrana Instruksikan Perhitungan Teknis Darurat













