PETABALI, Jembrana – Peningkatan kapasitas Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk dari 20–30 ton menjadi 50 ton menjadi jawaban atas aspirasi para sopir truk yang kerap mengeluhkan antrean panjang saat hendak menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang. Sebelumnya, keluhan para sopir truk tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Senin (20/7/2026) lalu.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Turut hadir Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Bali Wayan Koster, serta para kepala daerah se-Provinsi Bali.
Dalam rapat tersebut, Bupati Kembang menyampaikan masalah antrean panjang bongkar muat kendaraan yang dialami para sopir logistik. “Beberapa kali kami berkoordinasi dengan ASDP, bahkan asosiasi sopir truk mendatangi DPRD. Kemacetan sudah parah dan terjadi tidak hanya pada hari libur, tetapi juga hari biasa. Ini sangat dikeluhkan para sopir,” ujar Bupati Kembang.
Meski peningkatan Dermaga II Gilimanuk sedang berjalan, Bupati Kembang berharap ada perluasan daya tampung kendaraan di kawasan pelabuhan tersebut. “Selain peningkatan kapasitas oleh ASDP, perlu ada perluasan area atau jika memungkinkan dibangun pelabuhan baru,” tegasnya saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).
Saat ini, pengerjaan revitalisasi Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk berdampak pada kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang hendak menyeberang ke luar Bali. Pihak ASDP pun menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Untuk jangka pendek, ASDP melakukan pengendalian arus lalu lintas dan penguatan kapasitas di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan buffer area, perbaikan akses pendukung, serta penambahan armada kapal perbantuan. Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk ini ditargetkan rampung dan siap beroperasi paling lambat pada periode Angkutan Lebaran 2027. (Red)













