Example 728x250

Cek Rehabilitasi Sekolah, Bupati Kembang Soroti Kualitas Bangunan dan Distribusi Guru

Keterangan Foto: Baju Warna Krem Kecokelatan dengan Celana Hitam Adalah Bupati Kembang Sedang Meninjau Perbaikan Sekolah.

PETABALI, Jembrana – Perbaikan fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Untuk memastikan kualitas pengerjaan, Bupati Kembang turun langsung meninjau rehabilitasi di SD Negeri 2 Banjar Tengah dan SD Negeri 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9/2026)

Dalam peninjauan tersebut Bupati Kembang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) serta pihak sekolah setempat, Bupati memeriksa satu per satu ruang kelas yang sedang diperbaiki. Ia menegaskan agar pengerjaan fisik dilakukan secara maksimal demi keamanan dan kenyamanan jangka panjang para siswa.

“Atap yang menggunakan baja harus memakai material berkualitas tinggi agar bisa bertahan hingga 30–40 tahun,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Bupati Kembang memantau ketimpangan distribusi tenaga pendidik. Saat ini, Kabupaten Jembrana masih mengalami kekurangan 258 guru.

“Jika dibagi rata, setiap sekolah mungkin hanya kekurangan satu guru. Namun praktiknya, ada sekolah yang kekurangan dua hingga tiga guru, sementara sekolah lain jumlah gurunya lengkap,” ujar Bupati Kembang.

Ia menekankan pentingnya pemerataan yang adil agar beban mengajar tidak menumpuk di sekolah tertentu. “Di sekolah yang kekurangan banyak guru, kepala sekolah juga harus turun tangan ikut mengajar,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Kembang telah meninjau progres perbaikan di SD Negeri 1 Dangintukadaya dan SD Negeri 2 Yehembang.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa rehabilitasi sekolah tahun ini menggunakan mekanisme swakelola dari program e-revitalisasi pemerintah pusat. Dana tersebut ditransfer langsung dan dikelola oleh pihak sekolah.

“Tahun ini, satuan pendidikan yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencakup 9 SD, 3 SMP, dan 22 PAUD,” jelas Anom.

Anom menambahkan, terdapat enam SMP susulan yang masih berada dalam tahap sosialisasi dan menunggu PKS resmi dari pusat. Pihaknya berharap PKS tersebut segera terbit mengingat target penyelesaian fisik pada Desember mendatang. (Red)

________________________________ Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomer 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: Redaksi@pewartabali17102024@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250