Example 728x250

Kelangkaan BBM di Jembrana: Layanan Publik Diprioritaskan, WFH dan Sekolah Daring Diberlakukan

PETABALI, Jembrana – Di tengah maraknya antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU Kabupaten Jembrana. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana memfokuskan perhatian pada keberlangsungan sektor pelayanan publik vital, khususnya layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan.
​
Fenomena kelangkaan BBM ini dirasakan langsung oleh masyarakat luas, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana. Situasi ini mengharuskan para pegawai ikut mengantre berjam-jam demi memastikan ketersediaan bahan bakar untuk beraktivitas.
​
Sebagai langkah taktis dan responsif guna mengurangi beban antrean kendaraan di SPBU, Pemkab Jembrana menerapkan kebijakan penyesuaian sistem kerja Work From Home (WFH) bagi sebagian pegawai, serta memberlakukan Pembelajaran Daring bagi para siswa sekolah pada 15–17 Oktober 2026. Menariknya, sejumlah ASN yang tetap harus beraktivitas di kantor memilih menggunakan sepeda sebagai moda transportasi alternatif.
​
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, terus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Selain itu, Pemkab menugaskan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan untuk aktif menjaga ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kondusivitas wilayah di area SPBU.
​
“Kami dari Satpol PP berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang mengantre BBM. Kami juga terus berkomunikasi dengan pihak pengelola SPBU terkait ketersediaan stok BBM yang ada,” ujar Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, saat dihubungi awak media pada Kamis (15/10/2026).
​
Eko Susila menambahkan, Satpol PP bersama jajaran Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan bahu-membahu menjaga agar arus lalu lintas tetap mengalir lancar tanpa mengganggu pengguna jalan lain. Petugas memastikan proses antrean berjalan rapi, tertib, dan aman. Di tengah terik matahari, petugas juga membagikan air minum kepada warga yang setia bertahan di antrean.
​
“Kami ikut membantu mengatur arus lalu lintas dan alur antrean agar tetap rapi serta terhindar dari potensi gangguan,” imbuhnya.
​
Pemkab Jembrana mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tertib, dan saling menjaga situasi kondusif sembari pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menyelesaikan masalah kelangkaan BBM ini secara menyeluruh. (Red)

________________________________ Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomer 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: Redaksi@pewartabali17102024@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250