PETABALI, Jembrana – Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati menunjukkan respons cepat dalam menangani gangguan distribusi air bersih yang sempat terjadi di wilayah Kota Negara dan Kabupaten Jembrana akibat bencana alam banjir di kawasan hulu, Kamis (21/5/2026).
Gangguan distribusi air tersebut dipicu tingginya sedimentasi lumpur di Bendungan Benel, Desa Berangbang, setelah hujan deras dan banjir bandang menerjang wilayah tersebut sejak 18 Mei 2026. Material lumpur dan kotoran yang terbawa arus menyebabkan jalur pipa menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penyumbatan cukup parah.
Meski menghadapi kondisi alam yang cukup ekstrem, jajaran PDAM Jembrana tetap bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Petugas bahkan bekerja selama beberapa hari untuk membersihkan jaringan pipa dan menormalkan proses pengolahan air demi memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Direktur Perumda Tirta Amertha Jati, I Gede Puriawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus memastikan bahwa proses produksi air telah kembali dioperasikan. “Mohon maaf kepada pelanggan atas gangguan distribusi air. Mohon bersabar karena kami sudah bisa mengoperasikan tadi pagi jam 3. Hanya menunggu pengisiannya di bak reservoir,” ungkapnya.
Dalam proses penanganan, PDAM Jembrana juga sempat menghadapi kendala tambahan berupa kerusakan mesin dozing bahan kimia untuk pengolahan air. Namun kondisi tersebut berhasil diatasi dengan pengoperasian mesin cadangan sehingga produksi air kembali berjalan pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Langkah cepat dan kerja keras petugas PDAM mendapat apresiasi karena tetap sigap menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Meski distribusi air belum sepenuhnya normal karena proses pengisian reservoir dilakukan bertahap, pelayanan kepada masyarakat terus diupayakan agar segera pulih total.
Pihak PDAM juga menegaskan bahwa kondisi ini murni dipengaruhi faktor alam akibat banjir yang membawa lumpur dalam jumlah besar ke Bendungan Benel. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memahami situasi tersebut sambil menunggu distribusi air kembali normal sepenuhnya.
Dengan kerja keras petugas di lapangan dan operasional yang sudah kembali berjalan, masyarakat Jembrana kini tinggal menunggu proses pengisian bak penampungan sebelum air kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga. (Red)













