PETABALI, Jembrana – Proyek strategis pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dipastikan memasuki babak baru. Peletakan batu pertama (groundbreaking) penataan kawasan pelabuhan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026 mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Konstruksi PPN Pengambengan yang digelar di Ballroom Ir. Soekarno, Kamis (10/9/2026). Kepastian ini sekaligus menjadi titik terang setelah rencana pemindahan pelabuhan ikan dari Benoa ke Pengambengan digagas dan direncanakan sejak tahun 2019.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh kementerian terkait atas terealisasinya rencana jangka panjang yang dirancang sejak penataan Pelabuhan Benoa tersebut. “Terima kasih kepada semua pihak, pemerintah pusat, kementerian, dan seluruh pihak yang terlibat langsung sehingga pelaksanaan kegiatan ini mencapai titik ini. Ini memang melalui diskusi yang cukup panjang sejak 2018–2019. Saat penataan Benoa selesai, kapal ikan yang ada di Benoa akan dipindahkan ke Jembrana. Gagasan itu juga pernah saya sampaikan kepada Bapak Erick Thohir serta Ibu Susi Pudjiastuti yang menjabat Menteri Pertautan dan Perikanan kala itu, dan beliau merespons positif,” ujar Kembang.
Bupati Kembang berpesan agar tahap awal pengerjaan fisik memprioritaskan pengerukan sedimentasi di mulut kolam labuh dermaga. Langkah ini dinilai mendesak karena pendangkalan akibat sedimentasi sangat mengganggu alur keluar-masuk kapal nelayan—hal yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat pesisir. Ia menegaskan bahwa keberadaan proyek ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan lingkungan, khususnya para pemilik jukung dan perahu di wilayah tersebut.
“Saya sarankan di awal pengerjaan proyek diawali dulu dengan pengerukan mulut kolam labuh. Ada pendangkalan dan sedimentasi di sana, supaya dikeruk agar kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa berlabuh dengan lancar,” tegasnya.
Terkait penanganan potensi banjir di pemukiman sekitar kawasan pelabuhan, Kembang menyebut skema teknis aliran air sudah dipahami dan disiapkan oleh tim pelaksana. Selain isu lingkungan, ia menitikberatkan pentingnya penyerapan potensi lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun pemasok bahan bangunan.
“Manfaatkan potensi lokal, seperti tenaga kerja dan supplier lokal yang memenuhi kriteria. Dengan begitu, mereka bisa merasakan dampaknya sejak awal dan merasa memiliki. Jangan sampai proyek ini justru meninggalkan masalah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bupati Kembang optimistis pengembangan PPN Pengambengan kelak tidak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan juga memicu dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. ”Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling utama adalah dampak ekonomi dan multiplier effect dari proyek ini. Akan banyak pabrik terbangun, penyerapan tenaga kerja, dan pergerakan masyarakat. Tentu kita melihat potensi besar itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kartono, menyampaikan bahwa seluruh persiapan administratif telah selesai dan tahapan pembangunan fisik siap dimulai. “Kegiatan groundbreaking akan dilaksanakan pada 29 September 2026 sebagai tanda dimulainya konstruksi fisik. Kontrak pelaksanaan proyek ini telah ditandatangani di Jakarta pada 7 Agustus 2026 lalu bersama CRBC dan Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penetapan proyek ini didasarkan pada potensi besar dan posisi strategis Pengambengan dalam peta perikanan nasional. “Pelabuhan Perikanan Pengambengan telah ditetapkan sebagai salah satu PSN dalam rangka program Integrative Fishing Port and International Fish Market (FIS-1) yang didukung oleh pembiayaan luar negeri melalui IsDB. PPN Pengambengan dipilih karena posisinya yang strategis dan memiliki potensi sumber daya ikan melimpah. Pelabuhan ini dirancang menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, dan terintegrasi dengan rantai pasok hilir,” tandasnya. (Red)













